PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENCEGAH KEKERASAN TERHADAP REMAJA DI KOTA KUPANG
Keywords:
Pendidikan Agama Kristen, kekerasan pada remaja, nilai-nilai moral, pendidikan perdamaian, kesehatan mentalAbstract
Kekerasan yang dialami oleh remaja merupakan permasalahan krusial dalam ranah pendidikan dan sosial kemasyarakatan, yang menuntut penanganan komprehensif melalui pendekatan yang menyeluruh dan terintegratif. Tulisan ini mengkaji kontribusi strategis Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk karakter remaja yang berorientasi pada nilai-nilai kedamaian, empati, dan antikekerasan. Melalui penanaman prinsip-prinsip moral dan spiritual dalam konteks pembelajaran di sekolah serta pembinaan dalam komunitas gereja, PAK diyakini mampu mendorong proses internalisasi nilai kasih, toleransi, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Tinjauan terhadap berbagai hasil penelitian, baik nasional maupun internasional, menunjukkan bahwa keterlibatan aktif remaja dalam pendidikan agama berperan sebagai faktor protektif terhadap perilaku agresif, serta mendukung kesejahteraan psikologis melalui penguatan moralitas, kemampuan koping berbasis spiritualitas, dan penguatan relasi sosial. Di Indonesia, peran guru PAK dalam mentransformasikan nilai-nilai perdamaian dan keterampilan resolusi konflik turut berkontribusi nyata dalam menurunkan insiden kekerasan antar pelajar. Dengan demikian, Pendidikan Agama Kristen tidak semata menjadi wahana penyampaian doktrin keimanan, melainkan juga berfungsi sebagai medium pembentukan karakter dan strategi preventif dalam menanggulangi kekerasan di kalangan remaja.





