PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS PEMUDA GEREJA DI ERA DIGITAL

Authors

  • Juanda Tolage STT Ekumene Jakarta
  • Johanes Kurniawan Sekolah Tinggi Teologia Ekumene Jakarta

Keywords:

Pendidikan Agama Kristen, berpikir kritis, literasi digital, pemuda gereja, era digital

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan mendasar terhadap pola berpikir dan pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dalam konteks pemuda gereja, kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan esensial untuk menanggapi derasnya arus informasi dan tantangan moral di era digital. PAK berperan strategis dalam membentuk karakter iman yang matang sekaligus mengembangkan daya nalar kritis yang berlandaskan pada nilai-nilai Kristiani. Namun, pesatnya inovasi digital menuntut adanya penyesuaian kurikulum dan pendekatan pedagogis agar pendidikan iman tetap relevan serta mampu membina kemampuan berpikir reflektif dan analitis. Literasi digital menjadi faktor penting dalam proses ini, karena memungkinkan generasi muda gereja untuk menilai secara cermat isi dan sumber informasi digital melalui kerangka iman yang rasional. Metode yang peneliti gunakan adalah library research pada kajian pustaka. Kajian literatur ini bertujuan menelaah peran PAK dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis pemuda gereja pada konteks digital, sekaligus mengidentifikasi strategi efektif untuk mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran iman dan etika. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual terhadap praktik pendidikan Kristen, agar pemuda tidak hanya beriman secara dogmatis, tetapi juga mampu berpikir kritis, etis, dan bijak dalam menghadapi tantangan teknologi yang terus berkembang.

Downloads

Published

01-05-2026

How to Cite

Tolage, J., & Kurniawan, J. (2026). PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS PEMUDA GEREJA DI ERA DIGITAL. JURNAL SUNETOS, 1(3), 13–24. Retrieved from https://www.journal.sttsunergeo.ac.id/index.php/sunergeo/article/view/69